Menristekdikti: Upayah Pencegahan Radikalisme di Kampus Tidak Sekedar Deklarasi

Menristekdikti: Upayah Pencegahan Radikalisme di Kampus Tidak Sekedar Deklarasi

Jember, WARTANASIONAL.NET –  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, upaya pencegahan radikalisme di kampus tentu tidaklah hanya cukup dengan deklarasi melainkan tindakan tegas terhadap berbagai aktivitas yang dapat merongrong kekokohan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Menurut Nasir,  jika ada dosen dan mahasiwa terlibat radikalisme atau tergabung dalam organisasi yang berlawanan dengan ideologi Pancasila sepeti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) maka akan ditindak tegas dan dilakukan pembinaan.

“HTI sudah dibubarkan dan dosen harus memilih apakah masih bekerja atau tidak. Jika masih gabung HTI, akan diberhentikan,” katanya.

“Tegas, tapi tetap santun dan tidak mematikan kreativitas mereka,” katanya saat menghadiri acara Deklarasi Anti Radikalisme Perguruan Tinggi di kampus Universitas Jember, Rabu (27/09).

Nasir  mengharapkan dilakukan kajian dan penerapan strategi baru secara sistematis untuk mencegah perkembangan radikalisme yang bisa menjadi ancaman dalam bentuk terorisme.

Dia mengatakan deklarasi ini menunjukkan kepada siapapun bahwa kita tetap teguh dan bersatu dalam nuansa kebangsaan dan kebinekaan.

“Sudah selayaknya kita sebagai masyarakat akademis berpendidikan tinggi harus terus menanamkan diri akan pentingnya cinta tanah air dan cinta sesama manusia yang dapat mengapreasiasi perbedaan,” katanya.

Dia mengharapkan agar perguruan tinggi memunculkan konsep akademik untuk melawan radikalisme .

Nasir mengatakan saat ini potensi menyusup ideologi terorisme dan radikalisme di perguruan tinggi meningkat dan disinyalir mahasiswa bersama unsur civitas akademika lainnya di perguruan tinggi menjadi sasaran pelemahan NKRI. (*ber)

 

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.