Jogja DEC Sangat Meresahkan Masyarakat

Jogja DEC Sangat Meresahkan Masyarakat

Jogja Dec atau Yogyakarta Development Committee adalah organisasi yang mengatasnamakan kemanusiaan. Organisasi ini terbentuk pada tahun 2014 dibawah oleh Toto Santoso Hadiningrat. Jogja DEC mengaku bahwa sumber dana aktifitasnya nantinya berasal dari Esa Monutery Fund “EMF”.

Saat ini kegiatan Development Committee menuai pertentangan dari masyarakat dengan munculnya beberapa penolakan, seperti terjadi pada Maret 2016. Ketua RT 18 RW 04 Pujokusuman Mergangsan YKA yaitu N. Fauzan Sukri mewakili warganya mengirim surat ke Kraton Yogyakarta karena keberatan atas adanya kantor Jogja Dec di lingkungannya. Warga merasa Jogja DEC sangat mengganggu ketentraman di nDalem Pujokusuman Mergangsan Yogyakarta. Pada September 2017 juga terjadi kasus penolakan Jogja Dec oleh warga masyarakat Krapyak Barepan Margoagung Seyegan.

Penolakan-penolakan tersebut dikuatkan dengan adanya Surat Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam hal ini Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum kepada Gubernur se-Indonesia dan Bupati/Walikota se-Indonesia dengan nomor : 220/1783/POLPUM tanggal 26 April 2016 perihal Antisipasi Permasalahan Organisasi Kemasyarakatan Development Committee (DEC). Surat ini menjadi acuan Kesbangpol se DIY untuk tidak menerbitkan SKT atas organisasi Development Committee (DEC).

Penolakan dari masyarakat DIY disebabkan karena perkumpulan peduli kemanusiaan (Development Commite) dalam isi ceramahnya sering menyebutkan bahwa NKRI sudah tidak ada sejak krisis moneter 1998. Organisasi ini juga melakukan penggalangan dana-dana kemanusiaan dalam bentuk Multilevel marketing sebesar 12.000.000 /orang. Organisasi ini juga mewajibkan anggota mengikuti asuransi sebesar 350.000.

Organisasi DEC secara umum tidak mempunyai legalitas atau SKT (Surat Keterangan Terdaftar) di Kemendagri maupun Kesbangpol. Organisasi ini dapat dikatakan sebagai organisasi ilegal. Masyarakat jangan sampai terkena bujuk rayu oleh organisasi ini. Sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati dan mempercayakan kepada pemerintah untuk melakukan verifikasi atas organisasi seperti ini sehingga tidak muncul korban lagi. (*)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.