3 PASANG MATA

3 PASANG MATA
Galatia Chandra, General Manager (GM) - Head of Strategic Management dari Kalbe International Pte LTD. (Foto: Ist)

Oleh: Galatia Chandra*)

ALKISAH pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang terkenal karena kebijaksanaannya. Suatu ketika raja ini ingin menikahkan putrinya dengan seorang pria. Tentu saja yang layak untuk mendampinginya. Oleh karena itu, sang raja pun lalu mengadakan sayembara untuk para pemuda di sana. Dengan syarat, siapa saja yang mampu mencuri sesuatu dari dalam istananya yang dijaga ketat, tanpa ketahuan oleh siapa pun, maka sang raja akan menunjuknya sebagai calon penggantinya kelak dan akan menikahi putrinya yang terkenal sangat cantik jelita.

Banyak pemuda ikut sayembara ini dan menunjukkan kebolehannya. Mereka mengerahkan kelihaian dan kesaktiannya untuk menerobos penjagaan ketat di istana.

Tiba hari penentuan, para peserta pun dikumpulkan. Pemuda pertama dipanggil menghadap raja dan ditanyakan hasilnya: “Saya mencuri batu rubi ini dan tidak ada seorang pun di istana yang mengetahuinya”.

Raja tersenyum dan menjawab, “Hmmm… Bukan kamu pemenangnya”.

Pemuda ke-2 pun maju. “Semalam saya ambil kereta kencana dan bawa keluar gerbang, saya buat tidur semua penjaganya. Ini bukti emblem kerajaan yang saya copot dari kereta kencana tersebut sebagai bukti”.

Raja mempersilakan peserta itu duduk kembali.

Dengan percaya diri, peserta berikutnya menghadap. “Ampun beribu ampun Paduka, saya cuma mau membuktikan saja bahwa sayalah yang mengambil mahkota Paduka, langsung dari kamar Paduka tadi malam, dan seluruh barisan pertahanan istana tidak ada yang sadar”.

Raja hanya menggeleng.

Semua orang yang hadir disana pun menjadi bingung, karena masih saja belum ada yang dinyatakan sebagai pemenangnya oleh sang raja.

Tiba-tiba, seorang pemuda menghadap dengan tangan kosong dan berkata, “Saya tidak mendapatkan apa pun Paduka”.

Raja menjawab, “Lho.. Mengapa?”

Pemuda tersebut menjawab, “Sungguh tidak mungkin kita bisa mencuri tanpa ketahuan oleh ‘siapa’ pun, karena setidaknya selalu ada 3 pasang mata yang mengetahuinya, yaitu 1 Pasang mata milik Tuhan, 1 pasang mata milik diri kita sendiri dan 1 pasang mata milik hati kita”.

Raja pun tertawa lebar dan ia segera mengumumkan bahwa pemuda inilah pemenangnya dan ia segera menyambut sang menantu barunya.

Betapa membahagiakannya dunia ini, jika setiap orang menyadari bahwa setiap saat ada 3 pasang mata yang mengawasi segala tindak tanduk kita. Yaitu 1 pasang mata milik Tuhan, 1 pasang mata milik kita sendiri, dan 1 pasang mata milik hati nurani kita. Oleh karena itu, apakah perbuatan baik maupun perbuatan buruk, kita tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak “sadar” ketika melakukannya. Kita pasti tahu dan sadar.

Satu hal yang harus kita ingat, hukuman masyarakat terhadap kesalahan yang kita lakukan akan menghapus seberapa banyak pun kebaikan yang kita pernah lakukan pada mereka. Oleh karenanya jangan pernah berbuat salah. Jika berbuat salah, segera kembali ke jalan yang benar.

“If you do right, no one remembers, if you do wrong, no one forgets!”

”We all want progress, but if you’re on the wrong road, progress means doing an about-turn and walking back to the right road; in that case, the man who turns back soonest is the most progressive”. (C.S. Lewis).

Have a GREAT Day! GC

 

*) Penulis adalah General Manager (GM) – Head of Strategic Management Kalbe International Pte LTD.

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.