Ini Akibatnya Kalau Menahan Buang Air Kecil

Ini Akibatnya Kalau Menahan Buang Air Kecil

Wartanasional.net-Kepadatan jadwal pekerjaan atau rutinitas terkadang membuat seseorang sering menahan berkemih atau buang air kecil. Entah itu karena sedang sibuk sehingga malas ke toilet,  malas karena toilet kotor, atau terpaksa menahan pipis karena terjebak macet.

Namun, jangan sampai terlalu sering menahan buang air kecil atau menjadi kebiasaan. Menurut Ahli urologi dari klikdokter, dr. Firtantyo Adi Syahputra, Sp.U, jika sudah terasa ingin pipis, segeralah buang air keci Sebab, berkemih merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan sisa metabolisme.

“Jika sering menahan kencing terus menerus air yang seharusnya keluar dan air dari atas yang selalu masuk, maka air yang terdapat di kandung kemih akan naik ke atas kembali menuju ginjal,”paparnya di sela sela acara penyerahan Rekor MURI untuk  10.000 testimoni kenyamanan pemakaian popok dewasa Confidence, di Mawar Room, Balai Kartini pada Rabu (20/12/2017).

 Menurut dr. Firtantyo, sangat tidak menganjurkan untuk menahan buang air kecil. Karena menurutnya, berkemih itu sisa pembuangan metabolisme ada kuman, ada bakteri. Semakin lama menahan maka berisiko terkena infeksi saluran kemih.

Firtantyo mengingatkan lagi bahwa, kalau infeksi saluran kencing berat bisa komplikasi ke mana-mana terutama ke ginjal bisa juga infeksi di ginjalnya, infeksi saluran kencing yang enggak bisa ditangani. Selanjutnya, menahan buang air kecil pun bisa membuat seseorang akan mengalami ‘anyang-anyangan’, hingga batu saluran kemih. Kalau ditahan lebih lama urine bisa mengkristal pekat, bisa jadi batu di kemih atau ginjal.

Beberapa tipe dari inkontinensia urine Pertama,  Overflow yaitu urine dalam kandung kemih sudah terlalu penuh, gejalanya salah satunya adalah tidak puas setelah berkemih karena urine sedikit keluar dan pancarannya lemah. Kedua, Stres, saat batuk, tertawa, atau bersin, urine akan keluar karena terjadinya peningkatan tekanan dalam perut. Ketiga, Urge adalah salah satu kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan menunda berkemih setelah sensasi berkemih muncul, karena otot kandung kemih (otot destrusor) tidak stabil.

Untuk mencegah terjadinya penyakit ini harus memperbanyak aktivitas fisik. Bisa pilih aktivitas fisik seperti joging, berenang, atau bersepeda sehingga bisa menurunkan risiko inkontinesia urine. Kemudian, masyarakat harus memiliki gaya hidup sehat dan menghindari makanan yang memicu inkontinesia seperti kopi, teh dan soda.  Selain itu, masyarakat bisa memperbanyak mengonsumsi air putih minimal 2 hingga 4 liter per hari. “Ini membantu mengurangi angka kejadian sehingga urine bisa lancar dan jernih,” ujarnya.

Sementara itu, Nirma Sofiawati sebagai Head of Marketing Adult Care PT Softex Indonesia mengatakan,  agar tidak menahan buang air kecil sebaiknya pakai popok.  Saat ini banyak usia produktif  di Jepang memakai popok. Alasannya, karena memakai popok lebih praktis dan tak perlu membuang waktu antre di toilet. “Di Jepang 80 persen yang memakai popok adalah usia produktif, sementara di Indonesia 80 persen yang memakai popok adalah orang sakit,”ujarnya.

Menurut Nirma, sejauh ini popok dewasa Confidence merupakan popok dewasa pilihan konsumen yang memberikan kenyamanan pada penggunanya. “Confidence akan selalu berusaha untuk menjadi produk popok dewasa terbaik di Indonesia dengan cara mencari tahu kebutuhan konsumen dan selalu berinovasi,“ tukas Nirma.

Jadi kata Nirma, solusi tepat untuk mengatasi problem inkontinensi aurin adalah dengan menggunakan popok dewasa, sehingga kualitas hidup tidak akan menurun. Namun pemilihan popok dewasa ini perlu diperhatikan dengan benar dan pilihlah popok dewasa yang telah teruji secara klinis aman untuk digunakan, karena apabila salah memilih popok dewasa akan mengakibatkan iritasi di kulit.kormen

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.