Aktifis Rumah Gerakan 98, Hati-Hati Provokasi Melalui Video Editan

Aktifis Rumah Gerakan 98, Hati-Hati Provokasi Melalui Video Editan

 

Jakarta, wartanasional.net, Pidato Kapolri soal maraknya ormas keagamaan tidak perlu menjadi polemik dan konsumsi publik ditahun politik dan mendekati pilkada serentak 2018. Maksud dan tujuan dari pidato tersebut bukan semata-mata meniadakan ormas lain selain NU dan Muhammadiyah tapi lebih melihat bahwa sebagai ormas keagamaan dalam Islam yang sudah lama berdiri. Terkait kelompok dan ormas lainnya yang bersifat sama dan baru berdiri bisa melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan ormas NU dan Muhammadiyah. Durasi video 26 menit disampaikan oleh Jenderal (Pol) Tito Karnavian pada Februari 2017 saat memberi sambutan di pondok pesantren milik Ma’ruf di Serang, Banten. Namun video tersebut diedit menjadi 2 menit oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan disebarkan ke publik.

Kepolisian sendiri juga memiliki kepentingan untuk membangun hubungan baik dengan ormas mana pun diluar NU dan Muhammadiyah sepanjang satu visi dan misi menegakkan Pancasila dan NKRI. Editan video 2 menit sengaja dilakukan oleh pihak tertentu untuk mengganggu situasi kebangsaan dan memanaskan keadaan disaat akan dilaksanakannya hajat pilkada 2018 serentak yang akan berlangsung, karena itu masyarakat harus hati-hati mencermati dan mencerna dari video 2 menit tersebut yang tentunya mengakibatkan beberapa pihak tidak berkenan, ungkap Sulaiman Haikal (Aktifis Rumah Gerakan 98) di beberapa media sosial.

Menyikapi pidato Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang berdurasi 26 menit dan diedit oleh pihak yang tidak bertanggungjawab (Provokator) menjadi 2 menit, Rumah Gerakan 98 menyampaikan beberapa hal antara lain Kapolri Tito Karnavian tidak bermaksud mendiskreditkan ormas Islam lainnya diluar NU dan Muhammadiyah. Justru Rumah Gerakan 98 melihat Kapolri ingin membangun kerjasama yg erat dgn semua ormas Islam demi menjaga keutuhan NKRI yg berBhineka Tunggal Ika dalam bingkai Pancasila, ujarnya

Rumah Aktifis Gerakan 98 memberikan apresiasi yang dalam dan mendukung penuh kinerja Kepolisian dibawah kepemimpinan Jenderal (Pol) Tito Karnavian, imbuh mantan Ketum Pijar Indonesia tersebut.

 

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.