Tokoh Muslim Papua Keberatan dengan Video Ustadz Fadlan Gamaratan

Tokoh Muslim Papua Keberatan dengan Video Ustadz Fadlan Gamaratan

Munculnya video dakwah oleh Ustadz Fadlan Garamatan menimbulkan kontroversi di kalangan umat muslim Papua. Kontroversi tersebut muncul karena umat muslim Papua menganggap bahwa Uztda Fadlan yang berasal dari Fak Fak tersebut dianggap menghina sesama saudaranya yang berasal dari Papua.

Tokoh Muslim Papua Thaha Alhamid mengatakan “Terus terang, saya merasa terusik dan terganggu dengan cara dakwah islamic yang dibawah oleh saudara Ustadz Fadlan Garamatan yang menjadi viral di media sosial facebook ini. Saya merasa terpukul, begitu teganya saudara Ustadz asal Fak Fak ini bisa menghina sesama saudaranya orang papua. Saya ikuti cerita dalam dakwaannya, ternyata bohong isinya. Cerita mengada ada, mengarang, menurut pikirannya sendiri.”

Thaha Alhamdi juga mengatakan bahwa Ustadz Fadlan telah menyinggung komunitas masyarakat yang diislamkannya seperti mengatakan bahwa masyarakat Papua tidak pernah mandi sepanjang tiga bulan, misionaris mengajarkan mandi dengan gemuk babi, misionaris mengajar dengan miras dan mabuk lalu tidur dikandang babi, ibu menyusui anak babi dengan anak manusia. Perkataan Ustadz Fadlan ini, menurut Thaha Alhamdi telah menghina martabat kemanusiaan masyarakat Papua.

“Saya sebagai orang yang berasal dari komunitas masyarakat yang disebut saudara Ustadz ini tidak pernah tahu dan paham apa yang dikatakan saudara Ustadz ini. Saya pastikan apa yang dikatakan saudara Ustadz fadlan ini bukan pengalaman empirik dia, melainkan bayangan ilusi dia seolah gambaran kehidupan komunitas yang dimaksudnya seperti ini”, ujar Thaha Alhamdi.

Thaha Alhamdi yang cukup dipandang oleh masyarakat muslim di Papua menuntut agar Ustadz Fadlan bisa mempertanggungjawabkan perkataannya, minimal dia bisa menunjukan tempat komunitas masyarakat yang dimaksud. Thaha juga meminta Ustadz Payage selaku ketua MUI Papua untuk segera memanggil Ustadz Fadlan guna mempertanggungjawabkan apa yang dikatakan dalam video yang sudah beredar luas ini.

“Kita jangan diam. Polda Papua jangan diam. Jangan menganggap remeh temeh masalah ini. Saya berharap agar polisi segera bertindak. Cari dimana ustadz ini berada dan proses dia secara hukum. Dia harus mempertanggung jawabkan omongannya didepan hukum. Kalau polisi tidak beraksi, maka jangan sampai masyarakat bergerak sendiri. Sangat memohon Bapak Kapolda Papua sesegera mungkin mencari orang ini dibawa didepan hukum”, ujar Thaha Alhamid.

Selain meminta Ustadz Fadlan diproses hukum, Thaha juga meminta masyarakat Papua tidak terprovokasi dan tetap menjaga hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang telah dipertahankan sepanjang masa.

“Banyak ustadz muslim Papua yang masih berpandangan moderat dan pluralis sampai saat ini. Pernyataan Ustadz Fadlan tidak hanya menyakiti hati Papua Kristen, tetapi Papua Muslim pun turut tersakiti. Karena relasi kehidupan sosial budaya kita tetap satu. Agama lebih pada urusan pribadi secara vertikal dengan Tuhan sang pencipta. Ustadz Fadlan Garamatan hanya seorang diri. Pandangan ustadz ini pun tidak merepresentasikan komunitas Muslim Papua. Mungkin ustadz ini punya agenda sendiri menghancurkan sistem kekerabatan kita yang selama terpelihara baik. Semoga tidak terkoyak sedikitpun oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab atas eksistensinya sebagai manusia Papua.” pungkas Thaha Alhamdi. (*)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.