Technoplast Ajak Publik Pahami Cara Penggunaan Wadah Plastik yang Tepat

Technoplast Ajak Publik Pahami Cara Penggunaan Wadah Plastik yang Tepat
Dalam seminar bertajuk “Bijak Menggunakan Wadah Plastik Untuk Kehidupan yang Hebat, yang digelar di Jakarta, Selasa (26/03/2018),” Technoplast menghadirkan tiga pemateri sekaligus. Pemateri pertama merupakan seorang ilmuwan dari Universitas Indonesia (UI). Ialah DR. Emil Budianto, beliau merupakan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, UI. Diikuti oleh pemateri kedua yang merupakan seorang public figure dan pemerhati kesehatan, dr. Lula Kamal, serta pemateri ketiga yang merupakan Vice Chief Production Officer, Bapak Hartadi Alamsyah.

(Wartanasional.net)-Dilansir dari World Atlas, Indonesia menjadi negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Tercatat penggunaan botol plastik di negara Indonesia mencapai 4,82 miliar.  Bahkan menurut data Ariana Susanti, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia (Indonesian Packaging Federation/IPF),tahun 2016, market share industri pengemasan ini mencapai USD 6,7 miliar, dengan tingkat pertumbuhan dalam 3 tahun terakhir mencapai 6-8 persen. Jika tahun 2017 industri kemasan tumbuh 8%, artinya tahun 2018  industri kemasan diperkirakan mengantongi penjualan sekitar Rp 77,7 triliun.

Sementara data dari Euromonitor yang mengungkapkan berdasarkan pertumbuhan rata-rata (CAGR) di Indonesia, pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan hingga tahun 2018 mendatang. Pertumbuhan market size untuk kategori pembelian produk Beverageware, Food Storage, dan Dinnerware sebesar 11,2 % Pertahun. Hal diatas menandakan bahwa penggunaan wadah plastik bagi rumah tangga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun demikian belum semua komponen bangsa ini memiliki kesadaran akan penggunaan wadah plastik secara benar.

Technoplast sebagai perusahaan manufaktur asli dalam negeri yang memproduksi peralatan rumah tangga berbasis plasticware, punya cara khusus dalam mengedukasi pasar terkait penggunaan wadah plastik secara tepat.

Dalam seminar bertajuk “Bijak Menggunakan Wadah Plastik Untuk Kehidupan yang Hebat, yang digelar di Jakarta, Selasa (26/03/2018),” Technoplast  menghadirkan tiga pemateri sekaligus. Pemateri pertama merupakan seorang ilmuwan dari Universitas Indonesia (UI). Ialah DR. Emil Budianto, beliau merupakan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, UI. Diikuti oleh pemateri kedua yang merupakan seorang public figure dan pemerhati kesehatan, dr. Lula Kamal, serta pemateri ketiga yang merupakan Vice Chief Production Officer, Bapak Hartadi Alamsyah.

Emil Budianto membawakan materi seputar jenis kode yang tertera pada setiap plastik. Melansir data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terdapat 6 (enam) jenis plastik untuk wadah makan. Jenis plastik berikut yaitu ; (1) Polietilen Tereftalat (PET) , (2) High Density Polyethylene (HDPE) , (3) Polivinil Klorida (PVC) , (4) Low Density Polyethylene (LDPE) , (5) Polipropilen (PP) , dan (6) Polycarbonate (PC) . Ia menambahkan bahwa ,”ke-enam jenis plastik tersebut memiliki fungsinya masing-masing.

Menurutnya, masyarakat Indonesia kini harusnya mulai tahu bahwa setiap jenis plastik memiliki treatment yang berbeda. Ada yang tidak boleh kena panas secara langsung dan ada yang tidak boleh kena suhu dingin.

“Bijak menggunakan wadah plastik bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu memilih material plastik yang tidak berbahaya bagi kesehatan dan ramah lingkungan, design kemasan plastik yang limbahnya paling sedikit, dan menjadi konsumen yang cerdas.” ujar DR. Emil.

Sementara dr. Lula Kamal,  menyatakan, sebagai seorang dokter sekaligus ibu bagi anak-anaknya, dirinya cukup ketat dalam melakukan seleksi produk yang akan digunakan.

Dalam kasus wadah plastik, selama ini dr. Lula Kamal yakin menggunakan suatu produk jika pada produknya memiliki logo atau tag BPA Free pada beberapa jenis plastik.

Pertimbangan lain dalam  memilih produk wadah plastik, tidak lupa juga berdasarkan fungsional dan design. Disisi lain, ia juga berbagi cerita terkait kendala yang ia rasakan selama ini.

“Sebagai seorang ibu yang turut melaksanakan kewajibannya, ketika hendak mencuci wadah kemasan plastik adalah terdapat noda yang tertinggal. Dan kerap kali menyulitkan saat proses mencucinya. Akhirnya saya browsing dan menemukan cara efektif yang terbukti berhasil. Yaitu, cukup mencuci menggunakan sponge yang lembut dengan jeruk nipis / baking soda . Informasi tadi itu saya dapatkan dari website dan instagram Technoplast” , tambahnya.

Materi terakhir dijelaskan oleh Bapak Hartadi Alamsyah, yang merupakan Vice Chief Production Officer. Hartadi menjelaskan tentang bagaimana standarisasi yang diterapkan oleh Technoplast sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas.

“kami menganut beragam standarisasi baik nasional maupun internasional. Dalam pemilihan produk pun, kami menganut 3 (tiga) kategori, end user profile, formula dan compliance. End user profile ialah upaya kami memahami keinginan publik melalui jenis umur, fungsional, nilai estetika, dan perilaku konsumen itu sendiri. Formula ialah prosedur yang kami terapkan dalam memproduksi sebuah produk, berdasarkan chemical quality, performance dan processability. Terakhir, kami memproduksi sebuah produk berdasarkan sifat compliance, yaitu product safety, food contact, environment, dan specific requirement .” Papar Hartadi Alamsyah.  (Kormen)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.