Bagi-bagi Sembako, Politik Transactional Leadership

Bagi-bagi Sembako, Politik Transactional Leadership
Presiden Joko Widodo (foto: Faisal Fanani)

WARTANASIONAL.NET- Kupon bagi-bagi sembako Presiden Joko Widodo saat berkunjung di Sukabumi, Jawa Barat beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial. Dinilai salah satu bentuk kampanye dini karena Jokowi akan kembali mencalonkan diri di Pemilihan Presiden 2019.
Namun ternyata aksi bagi-bagi sembako ini biasa dilakukan Jokowi saat berkunjung ke daerah.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menilai hal itu  tidak wajar .

”Hal itu dilihat civil society sebagai bentuk komunikasi berpamrih/politik transaksional pemimpin dengan rakyatnya secara kerdil dan telanjang. Membagi sembako sama dengan bagi uang atau barang, sangat merusak dan mencoreng etika-moral, tak etis,” kata aktivis pergerakan Lieus Sungkharisna dan analis Reinhard MSc.

Dalam studi leadership, para analis dan aktivis itu mencatat, dikenal  adanya Social Transformational Leadership, yaitu pemimpin yang berbagi visi dengan rakyat, menjual belief, values, trust dan social involvement untusk suatu perubahan sosial.

Alih-alih  menjadi transformational leader, Jokowi justru melakukan transactional leadership. Dan hubungan yang hanya didasari pada pertukaran ekonomi semata, mulai dari bagi-bagi  hadiah sambil lempar dari mobil, bagi-bagi  kartu, bagi-bagi  sertifikat, ini pemimpin yang berpikir jangka pendek, dan tidak melakukan fundamental dalam perubahan masyarakat.

“Jangan lupa, pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial adalah hal yang saling membantu dan bekerja timbal balik. Pada keduanya kesuksesan ditentukan oleh leadership”.

Lalu di mana revolusi mental? ”Membagi sembako jelas merusak revolusi mental,” kata Reinhard.

Ini yang disebut pseudo transformatiolan leader, suatu  visi yang dimanipulasi untuk membohongi rakyat. (Very)

 

 

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.