Joint Analysis Relevansi Hubungan Industrial Pancasila

Joint Analysis Relevansi Hubungan Industrial Pancasila

Wartanasional.net, – Polri menggelar joint analysis bertemakan “Relevansi Hubungan Industrial Pancasila” di kantor pengelola kawasan industri MM 2100 Cikarang Barat Kab. Bekasi Jawa Barat (23/4).
Acara diselenggarakan menjelang May Day 2018, dengan nara sumber Presiden KSPI Ir Said Iqbal, ME dan Aswansyah Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial Kemenakertrans.

Dalam sambutannya Kapolresta Bekasi mengatakan bahwa peringatan hari buruh (May Day) dalam suatu pesta demokrasi yang lebih cenderung pada politik karena tahun ini merupakan puncaknya tahun politik di Indonesia sehingga mengajak bersama agar semua memberi kepastian pada masyarakat untuk rasa nyaman. Harapan kedepan dapat merubah image bahwa hari buruh bukan merupakan hari yang menyeramkan, karena hari buruh diperingati untuk menyampaikan kesejahteraan dan keharmonisan kehidupan buruh Indonesia.

Aswansyah mengungkapkan bahwa tenaga kerja merupakan masalah yang komplek dan memiliki aturan yang sangat komplek pula. Persoalan tenaga kerja dimana kemajuan teknologi akan mengubah bisnis, munculnya super komputer yang harus diimbangi dengan _skill_ dan pengetahuan. Perlu nya dialog formal dan informal antara buruh dan pemerintah. Sasaran yang harus dipahami di dunia ketenaga kerjaan adalah meningkatkan produktivitas pekerja dan menjamin kelangsungan usaha.

Beberapa strategi dalam menghadapi tahun ekonomi kedepan adalah harus membuat beberapa program yang nantinya akan membantu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja maupun perusahaan. Membentuk SDM yang berkualitas untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, bukan untuk dilayani. Selalu update perkembangan teknologi dan memonitor mengenai peraturan perundang-undangan yang sudah tidak sesuai atau benturan di lapangan sehingga tidak menghambat dunia usaha dan pekerja”

Said Iqbal mengungkapkan permasalahan perjuangan buruh untuk bangsa dan negara. Usaha buruh yang sudah terbukti terlaksana adalah menciptakan BPJS dan juga UU BPJS salah satunya. Dimana dalam BPJS pengobatan dilakukan dengan unlimite biaya, semua jenis penyakit dapat ditangani, dan berlaku seumur hidup.

Pengembangan pasar sosial dengan cara menggandeng CSR perusahaan, melakukan kemitraan dengan buruh di berbagai tempat dan tidak menempatkan buruh sebagai objek, merupakan hal positif dan harus terus dilakukan. Beberapa tahun kedepan Indonesia harus mampu meminimalkan jarak antara pemerintah dengan masyarakat dalam hal pertumbuhan ekonomi.

_Gap_ hubungan masyarakat dengan pemerintah yang semakin jauh akan semakin banyak timbul permasalahan sosial dan kesenjangan ekonomi. Fokus selanjutnya adalah Isu pensiun, kesejahteraan pensiun dan hak para pensiunan PNS, TNI dan Polri yang saat ini banyak pensiunan yang tidak memiliki tempat tinggal di masa tua.

Sebagian besar buruh menyampaikan pendapat mereka dengan cara melakukan unjuk rasa dengan jumlah masa yang banyak. Mereka menilai bahwa antara kepentingan perusahaan dan kepentingan buruh dalam suatu hubungan industrial tidaklah sama.

Keduanya memiliki tujuan dan kepentingan yang tidak bisa digabungkan seperti dalam hal tujuan bekerja dimana perusahaan memiliki tujuan untuk mengembangkan usahanya dan dapat memperoleh laba yang banyak. Sedangkan untuk para pekerja hanya mengutamakan kesejahteraan dan bergantung pada gaji setiap bulan untuk menghidupi keluarganya, mereka tidak memikirkan keuntungan ataupun kemajuan suatu perusahaan dimata dunia. Namun hingga saat ini para buruh masih belum sepenuhnya memiliki kesejahteraan yang dijanjikan oleh para pengusaha dan pemerintah.

Dampak lain adalah aksi mogok kerja pada buruh perusahaan. Mogok kerja merupakan suatu keadaan ataupun aksi berhenti bekerja namun tidak meninggalkan perusahaan saat bekerja. Para buruh tetap berada di dalam lingkungan tempat bekerja hanya tidak melakukan aktivitas apapun atau menghentikan pekerjaan mereka karena suatu hal tertentu.

Di Indonesia mogok kerja sering disalah artikan dengan cara melakukan aksi unjuk rasa yang turun ke jalan dan merusak fasilitas umum. Hal ini merupakan suatu aksi kriminalitas dimana pelaku dapat dikenai sanksi baik dari perusahaan maupun pihak yang berwajib.

Said Iqbal juga menjelaskan May Day merupakan cara bagi para buruh untuk menyampaikan suatu isu ataupun permasalahan yang terjadi di lingkungan pekerjaan mereka. May Day seharusnya diperingati dengan cara damai karena negara mengakui adanya buruh.

Hari buruh merupakan hari resmi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena kita akan menjaga ketertiban umum dan hak-hak orang lain yang tidak ikut memperingati hari buruh. (*)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.