Forum Group Diskusi “Strategi Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis”

Forum Group Diskusi “Strategi Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis”

WARTASULSEL.NET, – Polri menggelar Forum Group Diskusi “Strategi Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis” di Hotel President Executive Club Jababeka Cikarang Kab Bekasi, Rabu (25/4).

Acara diselenggarakan menjelang May Day 2018, dengan nara sumber Kabid HI dan Persyaratan Kerja Disnaker Kab Bekasi Nur Hidayah, Vice President FSPMI Obon Tabroni dan Sutomo Ketua Apindo Kab Bekasi.

Luthfie Sulistiawan Wakapolrestro Bekasi, peringatan hari buruh (May Day) adalah suatu peringatan hari besar bagi semua masyarakat oleh karena itu pemikiran bahwa mayday dominan ricuh harus di hilangkan, hubungan antara pemerintah, pengusaha dan buruh harus layaknya sebuah keluarga, perlu nya dialog formal informal antara buruh dan pemerintah untuk produktivitas.

Nur Hidayah mengungkapkan tiga pelaku utama hubungan industrial yaitu pemerintah, pengusaha dan pekerja dalam melaksanakan hubungan industrial haruslah di dasari nilai-nilai Pancasila yaitu sila pertama bekerja bukan untuk diri sendiri tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan YME, kedua menghargai harkat dan martabat pekerja sebagai manusia, ketiga pengusaha dan buruh berjuang untuk tujuan bersama, ke empat perbedaan diselesaikan dengan konsensus dan bukan pemogokan atau unjukrasa, sedangkan ke lima keadilan yang diberikan kepada setiap individu dalam hubungan industrial.

Sutomo mengungkapkan pekerja dan pengusaha tak dapat dipisahkan dalam melakukan kegiatan produksi sehingga diperlukan pemerintah, pengusaha dan pekerja saling percaya satu dengan yang lain, walaupun ketiganya memiliki tujuan dan kepentingan yang tidak bisa digabungkan seperti dalam hal tujuan bekerja dimana perusahaan memiliki tujuan untuk mengembangkan usahanya dan dapat memperoleh laba yang banyak. Sedangkan untuk para pekerja hanya mengutamakan kesejahteraan dan bergantung pada gaji setiap bulan untuk menghidupi keluarganya, maka perlu keterbukaan satu dengan lainnya

Obon Tabroni mengungkapkan bahwa gesekan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah akan selalu terjadi dikarenakan kepentingan masing-masing. Penyebab konflik di pabrik adalah perbedaan persepsi aturan hukum, media sosial, rasa keadilan yang kurang, pelanggaran hak, sikap arogan pengusaha terhadap pekerja, budaya berbeda tenaga kerja asing, perubahan manajemen, informasi salah dan solidaritas terhadap pekerja. Maka cara-cara pencegahan konflik yaitu dilakukannya komunikasi, ikuti aturan hukum, adil dan memanusiakan pekerja. Maka jalankan mekanisme penyelesaian dengab bipartiet, mediasi, konsiliasi, arbitrase dan pengadilan.

Vice Presiden FSPMI juga menjelaskan May Day merupakan cara bagi para buruh untuk menyampaikan suatu isu ataupun permasalahan yang terjadi di lingkungan pekerjaan mereka. May Day seharusnya diperingati dengan cara damai karena negara mengakui adanya buruh.

Hari buruh merupakan hari resmi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena kita akan menjaga ketertiban umum dan hak-hak orang lain yang tidak ikut memperingati hari buruh.(*)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.