Rizal Ramli: Ubah Struktur Ekonomi Gelas Anggur Jadi Piramida

Rizal Ramli: Ubah Struktur Ekonomi Gelas Anggur Jadi Piramida

RizalRWartanasional.net – Ekonom senior Rizal Ramli melakukan Orasi Kebangsaan pada Munas Serikat Pekerja BTN, di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Selasa (15/5) malam.

Mantan Menko Perekonomian ini menjelaskan latar belakang Indonesia tidak memilih mazhab ekonomi kapitalis dan komunis. Menurut Rizal depresi ekonomi dunia selama 10 tahun akibat kapitalisme yang ugal-ugalan membuat pendiri Republik Indonesia tidak memilih kapitalisme libaral dan tidak memilih sisi pemikiran lain yakni komunisme atau sosialisme.

Ekonomi Indonesia sesungguhnya berada ditengah kedua mazhab tersebut dan sesuai dengan konstitusi negara.

“Pendiri republik ini tidak ingin Indonesia dimasa depan menerima akibat dari kapitalisme liberal yang selalu ugal-ugalan,” ujar Rizal.

Mantan Menko Kemaritiman ini menilai dalam pembangunan ekonomi tidak melulu mempertimbangkan mazab yang dipilih.

Bakal Capres ini mengatakan, jika dirinya diberi kesempatan untuk berkotribusi bagi negeri, Rizal tidak ingin hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan rakyat. Hal itu penting demi keseimbangan.

Ia memastikan bakal tetap menjadi lawan setiap orang yang memiliki pemahaman neoliberal.

Menurutnya neolib hanya membesarkan perusahaan-perusahaan asing dan sistem itu juga tidak dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai di atas tujuh persen. Sebab model neolib ini adalah model yang bergantung dari pinjaman.

“Yang kita inginkan, pertumbuhan tapi juga ada peningkatan kesejahteraan, ada share growth yakni ada manfaat dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri,” ujar Rizal.

Rizal Ramli mengatakan kita harus berjuang bersama-sama untuk mengubah struktur ekonomi “gelas anggur” menjadi seperti piramida, sehingga ekonomi rakyat berkembang dan kesejahteraan dan kemakmuran serta keadilan menemukan jalannya.

“Kita juga harus sama-sama perjuangkan agar struktur kredit lebih besar diarahkan kepada usaha menengah ke bawah karena dibagian menegah ke bawah inilah banyak tercipta lapangan kerja. Apabila menggunakan penilaian sejarah pinjaman, kredit akan bisa diantisipasi kemungkinan macetnya,” pungkasnya.

Rizal Ramli juga mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Munas Serikat Pekerja BTN.

 

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.