Indonesia Targetkan 16 Medali Emas di Asean Games 2018

Indonesia Targetkan 16 Medali Emas di  Asean Games 2018

Jakarta, WARTANASIONAL.NET – Dalam diskusi public para relawan pendukung Pemerintahan Jokowi dengan para Narasumber usai acara buka bersama (Bukber) di Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (08/06), baik Menpora Imam Nahrowi maupun Sidarto Danusubroto, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden meminta para relawan mensosialisasikan Asean Games agar Indonesia dapat dinilai sebagai tuan rumah yang baik dan dapat meraih prestasi terbaik.
Adapun kelompok relawan yang tergabung dalam Silatnas yang hadir dalam diskusi public bertopik “Indonesia Bangga ‘Asean Games 2018’ ” ini adalah Sekber Jokowi Nusantara, Seknas Jokowi, Bara JP, Arus Bawah Jokowi, Almisbath, Foreder, GRI, Indonesia Berani, , Tetap Jokowi, Rejo, RPBJ, JNIB, Mutiara Jokowi, GK Centre dan Solidaritas Merah Putih. Sementara Narasumbernya adalah Menpora Imam Nahrowi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danussubroto, Wakil Ketua KOI, Muuddai Madang, Ketua GK Centre, Kelik Wirawan dan Musisi John Paul Ivan. Masing-masing narasumber diberi kesempatan untuk berbicara maksimal 5 menit kemudian dilanjutkan dengan diskusi.
Menpora Imam Nahrowi menyampaikan terimakasih atas dukungan para relawan karena olahraga merupakan sarana yang paling efektif untuk menyatukan kita sebagai bangsa. Menurutnya, jika pada Asean Games 1962 Indonesia meraup 11 medali emas dan meraih peringkat ke-2, target perolehan medali emas pada Asean Games kali ini adalah 16 dari 37 cabang olahraga yang dipertandingkan dan harus masuk 10 besar. Untuk itu dukungan semua pihak sangat diperlukan, termasuk relawan diminta untuk mensosialisasikan terus Asean Games, termasuk pada moment Idul Fitri ini. “Idul Fitri harus dimanfaatkan untuk promosi Asean Games. Semua topi, sarung, tikar atau apapun diberi Logo Asean Games. Ini jadi momentum kita, jika kita berhasil pasti akan diberi kepercayaan lebih besar lagi”, jelas Menpora.
Sementara Pemerintah melalui Presiden Jokowi memerintahkan agar pesta olahraga Asean Games ini sungguh-sungguh dipompa sehingga tidak ada alasan kalah hanya karena masalah teknis. Sementara untuk memacu semangat para atlet, bonus peraih medali emas dinaikan 250 persen sehingga menjadi 1,5 milyard untuk peraih satu medali emas selain rumah dan fasilitas lain, termasuk pensiun.
Menurut Subroto, Ajudan terakhir Presiden Soekarno ini, ketika Indonesia menjadi Tuan Rumah Asean Games pada tahun 1962, Indonesia belum mempunyai apa-apa dan hanya bermodalkan semangat dan idealisme, tapi mampu meraih juara II dengan mengantongi 11 medali emas. Saat ini kita mempunyai segalanya maka perlu disosialisasikan dengan baik agar prestasi sepak bola seperti di Olimpiade Melbourne waktu itu dapat diraih kembali. (bernad)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.