Relawan Jokowi Keluarkan Pernyataan Sikap Jawab Kontroversi Keliru Masyarakat

Relawan Jokowi Keluarkan Pernyataan Sikap Jawab Kontroversi Keliru Masyarakat
Para Ketua Umum atau Perwakilan Relawan Jokowi saat membuat Pernyataan Sikap Jawabi Kpontroversi Keliru atas Pidato Jokowi

Jakarta, WARTANASIONAL.NET- Dalam menanggapi beragam tanggapan kontroversial dari berbagai kalangan karena terpicu oleh respond krliru atau sengaja ber-‘manuver’ terhadap pidato presiden Jokowi saat menemui para relawan dalam hajatan akbar Silatnas III Relawan Jokowi yang disebut Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul International Convention Centre (SICC), segenap pimpinan RURJ menyambutnya dengan mengeluarkan 4 point Pernyataan Sikap Bersama yang diberi judul “Pidato Jokowi Sejuk dan Membesarkan Hati – Stop Kontroversi yang Keliru”.

Pernyataan sikap yang diawali dengan mengucapkan duka yang mendalam terhadap para korban gempa bumi di NTB dan sekitarnya itu, disisipkan pula permintaan bahkan desakan terhadap pemerintah dan masyarakat umumnya untuk segera turun tangan memulihkan situasi kesehatan korban dan kondisi perekonomian di wilayah itu. “Pertama-tama kami mengucapkan duka yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa bumi di NTB dan sekitarnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi cobaan ini. Kami juga berharap agar pemerintah serta masyarakat turun tangan secara cepat dan efektif untuk memulihkan situasi dan kondisi perekonomian di wilayah bencana”, ujar para ketua relawan itu melalui siaran pers Selasa, (07/08).

Menurut para ketua Relawan itu, setelah rapat umum relawan Jokowi minggu lalu, Sabtu (4/8) di SICC beberapa pihak ‘sepertinya sengaja’ memberi respon dan memicu kontroversi yang keliru dan tidak proporsional. Padahal, kata mereka, demokrasi yang dinamis memang membutuhkan kritik dan kompetisi. Namun semua itu harus dilandasi oleh aturan main yang sehat dan fair agar tidak malah membuat gaduh di masyarakat.
Karena itu para katua yang mewakili segenap anggota relawan tersebut menghimbau agar kontroversi semacam itu segera dihentikan. “Kami relawan Jokowi lintas kelompok, dengan ini menghimbau agar kontroversi semacam itu segera dihentikan. Kita harus membangun narasi demokrasi Indonesia yang produktif dan bermanfaat bagi semua. Selengkapnya pernyataan kami adalah sebagai berikut” :

1. Pidato Jokowi dalam acara relawan termaksud adalah sebuah orasi yang menyejukan, menganjurkan persatuan, persaudaraan, dan kerja sama seluruh komponen bangsa. Pesan utama yang terkandung dalam orasi ini adalah sebuah pesan yang membangkitkan semangat para relawan untuk bekerja lebih giat lagi.

2. Salah satu kata kunci yang ada dalam orasi ini adalah kata “berani’. Dalam konteks kalimatnya, kata ini bukan untuk mendorong kaum relawan untuk ‘berhantam’ dalam pengertian adu fisik atau konflik. Lebih mendekati makna sebagaimana terkandung dalam unkapan universal ini: berani karena benar, atau berani membela kebenaran. Contoh terbaik mungkin ditemukan dalam ungkapan Bugis-Makassar: “ewako.” Secara harafiah kata ini berarti “lawan”, namun ia bukan lah sebuah kata yang menganjurkan konflik atau kekerasan, tetapi lebih memicu untuk membesarkan hati dan mendorong semangat dalam menyambut sebuah peristiwa penting. Dalam pengertian seperti inilah orasi Jokowi harus dipahami.
3. Situasi yang diciptakan oleh orasi ini di kalangan pendengarnya (gabungan relawanpendukung Jokowi) adalah suasana Festival yang gembira, bersemangat, penuh tekad untuk memenangkan beliau dalam Pilpres 2019. Tidak ada suasana kemarahan, kebencian, apalagi permusuhan terhadap siapapun. Jokowi dan seluruh kaum relawan mengerti bahwa dalam demokrasi, pihak ‘sana’ bukanlah musuh (enemy), melainkan lawan tanding (opponent). Kita berbeda posisi, namun kita semua bersaudara, kita mencintai Tanah Air yang sama. Karena itulah, persaingan yang tajam kita sambut bukan dengan kemarahan, tetapi dengan kegembiraan dan antusiasme. We are happy and passionate. We are not angry.

4. Dengan penjelasan seperti ini, kami berharap bahwa kontroversi pasca-Sentul (tempat penyelenggaraan Rapat Akbar tersebut), segera dihentikan. Masih bnayak hal lain yang memang perlu kita perdebatkan dengan tajam dan bermanfaat bagi rakyat banyak, seperti pola pembangunan ekonomi, tahapan industrialisasi, kebijakan pengentasan kemiskinan, dan sebagainya. Dalam isu-isu penting seperti itulah sebenarnya energy intelektual kita harus diarahkan.

Demikian Pernyataan bersama ini.

Jakarta, 7 Agustus 2018
Rizal Malarangeng (Relawan Gojo), Muhammad Yamin (Seknas Jokowi), Budi Arie Setiadi (Projo), Victor R. Sirait (Bara JP), Martin Siregar KAPT), Anny Simanjuntak (AKGI), Pitono Adhi (RPJB), David A. Fitri (Foreder), Andy GN Wea (Buruh Sahabat Jokowi), Mudhofir (Rejo), Amarsjah (KAPT), Bayutami S. Amelia (Sekber Jokowi Nusantara), Silver Matutina (Solmet), Sukmadi Indro Cahyono (Getar), Yohanes Joko (duta Jokowi), Kris Budiharjo (RKIH), Kelik wirawan (GK-JO), Hendrik Sirait (Almisbat), Wignyo (RPJB), Ferdi Semaoen (Pos Raya), Yudith (Bravos 5), Pitono (RPJB), Herlan Masrio (Sumsel untuk Jokowi), Dedy Mawardi (Seknas Jokowi). (bernad)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.