KEMENLU RI Ajak GEOMARITIM Jaga Batas Laut Indonesia

KEMENLU RI Ajak GEOMARITIM Jaga Batas Laut Indonesia
Audiensi antara DPP Geomaritim dengan Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu RI

Jakarta,WARTANASIONAL.NET – Wilayah Indonesia terdiri dari sekitar 70% lautan dan hanya sekitar 30 % daratan. Tidak heran jika rentan dengan masalah perbatasan yang bersinggungan dengan lautan yang tak kunjung berakhir. Geomaritim Indonesia sebagai Ormas yang fokus dengan kemaritiman diajak untuk ikut menjaga batas laut Indonesia.

Demikian point terpenting disampaikan Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri, Djundjunan Bebeb kepada Ketua DPP Gerakan Poros Maritim (Geomaritim) Indonesia, Bahrudin Farawowan, SH. MH beserta jajaran Ketua dan pengurus DPP lainnya saat berkunjung ke Kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta Pusat, Jumat ( 5/10/18).

Karena sekitar 70% wilayah Indonesia adalah lautan maka tidak heran jika batas-batas wilayah laut Indonesia berhubungan dengan 10 negara, sementara wilayah darat Indonesia hanya berhubungan dengan tiga negara.

” Secara maritime Indonesia berbatasan laut dengan sepuluh negara dan batas itu ada yang sudah selesai perundinganya dan tinggal menunggu mekanisme hukum seperti batas laut serta darat Australia dan Papua Nugini. Ada pula batas laut yang masih dalam proses seperti Timor Leste, serta ada pula batas laut yang belum di sentuh sama sekali. Untuk itu Geomaritim dapat bersama-sama Pemerintah mengawal kedaulatan Maritim Kita” ajak Djundjunan.

Menurut Djundjunan, batas wilayah laut ini dibagi dalam tiga zona yakni, Zona Laut Teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Zona Landas Kontinen. Zona laut teritorial adalah jalur laut yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau. Batas teritorial Indonesia telah diumumkan sejak Deklarasi Djoeanda pada tanggal 13 Desember 1957.
Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) diumumkan pada tanggal 21 Maret 1980.

Zona Landas Kontinen adalah dasar laut yang merupakan lanjutan dari sebuah benua. Landas kontinen memiliki kedalaman kurang dari 150 meter. Landas kontinen diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut. “Dan di zona ini sudah tidak ada masalah lagi, semaunya sudah selesai”, ujanya.
Lebih lajut Bebeb mengatakan, Kemenlu RI sebagai Penanggungjawab Diplomasi Indonesia dalam kebijakannya mempertimbangkan beberapa trek. Untuk trek pertama hubungan antar negara dengan Negara, sedangkan trek kedua yaitu antar NGO dengan Pemerintah.

”Kemenlu RI sebagai Penanggungjawab Diplomasi Indonesia dalam kebijakannya mempertimbangkan beberapa trek. Untuk trek pertama hubungan antar negara dengan Negara, sedangkan trek kedua yaitu antar NGO dengan Pemerintah seperti saat ini Geomaritim dalam rencana study Tour Kemaritiman Asean itu juga menjadi bagian membawa diplomasi Indonesia” Ujar Djundjunan

Sedangkan untuk trek Ketiga, atau disebut Djundjunan trek satu setengah, yaitu hubungan diplomasi antara NGO dengan Kemenlu RI, seperti halnya Geomaritim misalkan mendapat Info menarik dari Luar negeri dapat disinergikan bersama kemenlu R.I untuk menentukan langkah diplomasi.
Terhadap paparan dan ajakan Direktur Hukum Kemenlu ini Baharudin selaku Ketua Umum DPP Geomaritim menyambut baik dan menyatakan bersedia menerima tawaran tersebut guna bersama-sama membawa diplomasi Indonesia khususnya tentang menjaga kedaulatan Maritim NKRI di mata Dunia.

”Kami kesini dalam rangka meminta masukan terkait agenda study tour kemaritiman yang akan kami laksanakan di kawasan Asean dengan tema ‘Menjaga Persahabatan Negara Asean, Mengawal Kedaulatan Maritime NKRI’. Dan ternyata banyak hal terkait perbatasan, khususnya laut Indonesia yang belum terungkap ke publik sebagaimana yang dijelaskan Direktur Hukum ” Ujar Farawowan.

Pernyataan bersama Kemenlu dan Geomaritim untuk menjaga dan mengawal batas laut Indonesia

Lebih rinci Djundjunan menjelaskan, wilayah Indonesia sebelah utara berbatasan langsung dengan laut lima negara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina. Selain itu, Malaysia merupakan negara yang juga berbatasan langsung dengan wilayah darat Indonesia.
Sedangkan wilayah Indonesia sebelah barat berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan perairan negara India. Tidak ada negara yang berbatasan langsung dengan wilayah darat Indonesia disebelah barat.

Walaupun secara geografis daratan Indonesia terpisah jauh dengan daratan India, tetapi keduanya memiliki batas-batas wilayah yang terletak di titik-titik tertentu di sekitar Samudera Hindia dan Laut Andaman. Dua pulau yang menandai perbatasan Indonesia-India adalah Pulau Ronde di Aceh dan Pulau Nicobar di India.

Untuk batas-batas wilayah Indonesia sebelah timur Wilayah timur Indonesia berbatasan langsung dengan daratan Papua Nugini.
Selain mengajak terlibat dalam menjaga batas laut Indonesia dengan Negara tetangga, direktur yang berdinas lebih dari 20 tahun di Kemenlu ini menyarankan agar Geomaritim pun perlu perhatikan pendidkan kemaritiman untuk menularkan pesrsoalan kemaritiman sekaligus menambah barisan dalam memback up aksi-aksi kemaritiman. (bernad)

Subscribe

independen dan terpercaya

No Responses

Comments are closed.